Graphics Designer

cogito ergo sum

Sayang Anak (Jeruk Bali)

Sekilas Jeruk Bali (citrus maxima)

Bentuk rupa yang besar dengan penampang kulit yang tebal berwarna kuning kehijauan serta isi dagingnya yang berwarna merah dan ada pula yang berwarna putih. Rasanya manis, asam terkadang ada juga yang pahit, kandungan airnya yang banyak, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Manfaat dari Jeruk Bali tersebut adalah mampu mencegah kanker, menurunkan risiko penyakit jantung, melancarkan saluran pencernaan, menjaga kesehatan kulit, menurunkan kolesterol dan mencegah anemia. Kulit Jeruk Bali yang tebal biasa dibuat orang-orang untuk manisan, rasanya enak sekali dan manis. Adakah manfaat-manfaat lainnya dari Jeruk Bali tersebut?

Mainan Anak-Anak

Mainan anak-anak saat ini jauh lebih baik dan murah dibandingkan dengan mainan anak-anak jaman dulu. Beragam mainan anak-anak yang pada umumnya terbuat dari plastik mendominasi sebesar kurang lebih 80% dari total mainan anak-anak yang ada sekarang ini. Jika dinilai dari harganya, plastik jauh lebih murah dan dapat menekan harga barang mainan. Disamping itu plastik jauh lebih elastis dan tidak mudah pecah atau retak, tergantung dari penampang dan desain plastik itu sendiri dijadikan sebuah mainan. Terpikirkah oleh anda jika plastik-plastik tersebut sudah tidak terpakai lagi? Berapa banyak sampah plastik yang akan dihasilkan dunia tiap harinya? Mampukah semua itu didaur ulang, atau mudahnya saja kebanyakan orang tinggal membuangnya tanpa berfikir dampak kedepannya.

Mainan Ramah Lingkungan

Coba anda ingat-ingat kembali kemasa kecil, pernahkah anda membuat mainan sendiri? Pernahkah anda membuatnya dari bahan tumbuh-tumbuhan yang ramah lingkungan? Saya akan coba kembali menumbuhkan ingatan anda dalam membuat mainan anak-anak dari bahan kulit Jeruk Bali. Disamping manfaat diatas, kulit Jeruk Bali dapat dibuat juga dibuat sebuah mainan anak-anak yang ramah lingkungan, disamping itu dapat menumbuhkan sifat bijak terhadap anak dalam mempergunakan barang-barang yang disediakan oleh Bumi ini. Saya akan menerangkan secara singkat bagaimana membuat mainan tersebut:

1. Belilah sebuah Jeruk Bali, lihat dan perhatikan penampang Jeruk Bali tersebut sebelum mengupasnya.
2. Buatlah tanda dengan ujung pisau sebagai arah irisan, buat dari atas hingga bawah dan jadikan 1/4 bagian dari buah tersebut.
011.jpg
3. Mulailah dengan mengiris secara perlahan (gunakan ujung pisau) atur sehingga ujung pisau hanya mengiris bagian kulitnya saja dan tidak mengiris hingga bagian dalam.
4. Bukalah irisan tersebut sehingga didapat 1/4 bagian kulit buah tersebut.
021.jpg
5. Selanjutnya belahlah 1/4 bagian tersebut dengan arah memanjang menjadi 2 bagian yang sama luasnya.
6. Salah satu bagian (kita sebut badan), potong salah satu ujungnya sehingga terlihat tumpul dan berilah lubang seperti terlihat pada gambar.
03.jpg
7. Lalu kemudian buatlah potongan bagian yang lainnya untuk membuat rodanya menjadi 2 buah, lalu berilah lubang namun jangan sampai tembus ke permukaan dibaliknya.
8. Pada bagian badan berilah lubang pada sisi ketebalannya hingga menembus sisi lainnya (seperti terlihat pada gambar), lalu berilah potongan sedotan plastik sepanjang kedalaman lubang tersebut.
04.jpg
9. Sekarang kita sudah memiliki bagian badan dan 2 buah roda, buatlah poros dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu (usahakan penampangnya sebulat mungkin) lalu potong sepanjang kedalaman poros ditambah 2 kali ketebalan kulit jeruk tersebut.
10. Saatnya mulai perakitan, rakitlah terlebih dahulu poros bambu masukkan kedalam lubang yang terdapat dibagian badan, baru tancapkan roda pada ujung poros kiri dan kanan bambu tersebut.
11. Berilah jarak antara roda dengan badan agar roda dapat berputar bebas.
05.jpg
12. Akhirnya kita sampai pada bagian akhir dari pembuatan mainan yang ramah lingkungan, ikatkanlah benang pada bagian badan pada ujung tumpulnya yang telah diberi lubang sebelumnya (agar lubang tidak cepat aus tergesek benang, berilah sedotan plastik pada lubang tersebut sehingga benang tidak langsung kontak dengan bagian badan tersebut).
13. Mobil-mobilan mini ini siap untuk diberikan kepada buah hati anda.
06.jpg

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  1. Hadirkan anak anda selama proses pembuatan mainan ini, karena yang terpenting dari mainan ini adalah proses pembuatannya sebagai bahan dasar pelajaran praktikum bagi sang anak.
  2. Jika anak anda banyak bertanya, berilah jawaban yang mudah dan masuk akal bagi sang anak.
  3. Hindari pisau dari sang anak, sebaiknya gunakan cutter sehingga apabila tidak dipergunakan bisa langsung diamankan kedlam saku anda dan tidak dijamah oleh sang anak.
  4. Ceritakanlah masa kecil anda (selama anda membuat mainan ini) kepada anak, agar mereka kelak bangga memiliki orang tua yang cerdik dan bijak.
  5. Ajak anak-anak tetangga atau teman anak anda jikalau bisa, maksudnya adalah untuk melatih sang anak bekerja dalam sebuah tim.
  6. Usahakan membuat modifikasi-modifikasi bentuk dari mainan ini, agar tradisi membuat mainan sendiri bagi sang anak berkembang dari masa ke masa. Contohnya anda bisa membuatnya menjadi 2 buah dan diberi tambatan sehingga bisa dikatakan seperti kereta atau truk gandeng, ceritakan maksud modifikasi tersebut kepada anak anda. Rangsanglah daya hayal mereka sehingga sang anak berani mengutarakan modifikasi yang ia inginkan, dan ini pertanda baik bagi anak anda.
  7. Luangkan waktu anda bersama anak anda dalam hal-hal yang bersifat merubah kebiasaan buruk pada anak anda, maksudnya adalah jadikan hal-hal seperti ini sebagai salah satu jadwal bermain sang anak (belajar sambil bermain).

Semua tergantung anda, proses mendidik anak dengan memperkenalkan tehnik sederhana merupakan awal rangsangan sang anak dalam menjamah tehnologi. Ini sifatnya tradisional namun dampaknya adalah sebuah proses mengenal tehnik manufaktur secara mini yang dapat diberikan kepada anak anda kelak didunia nyata.

6 Comments»

  Dra. Nunuk Pramudiyati, Psi. wrote @

Salam kenal.
Tampaknya kita seide untuk upaya pelestarian mainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan tumbuh kembang anak. Karena dari mainan itu anak akan menyerap informasi sebagai proses belajar dalam tiap tahap perkembangan.
Mainan tradisional dan mainan zaman sekarang sangat berbeda, karena dalam mainan tradsional terkandung pelajaran bagi anak bahwa hidup adalah suatu proses. Dalam mendapatkan mainan tradisional, anak-anak harus melewati proses pencarian bahan baku, proses mendesign, proses produksi dan cara memainkannya.
Dari situ, anak dengan tahap perkembangan masing-masing akan selalu meningkatkan “Play Quotient” (Kecerdasan Bermain)-nya.
Sedangkan anak zaman sekarang sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang instant, termasuk dalam mainan dan bermain.

  ichsany wrote @

Agaknya memang mainan anak tempo dulu akan menjadi cerita orang tua dulu. Karena ada hal-hal yang sangat sulit sekali untuk pelestariannya di jaman sekarang yakni:
– Jeruk Bali semakin langka
– bentuk fisik kulit Jeruk Bali yang mulai menipis akibat rekayasa genetika pada tanaman
– harga yang sangat mahal sehingga masyarakat tidak mampu beli
– mainan anak jaman sekarang jauh lebih efektif, lebih baik dan murah harganya
– jaman sudah berubah berikut suasana dan adat istiadatnya
– pemanfaatan nilai alami mulai menjauh dari linkungan perkotaan, akibat pembukaan lahan dan terus meningkatnya areal perkotaan.
Demikian yang menjadi pemikiran saya mengenai mainan anak, namun kita bisa melestarikannya dengan cara memberikan cerita-cerita aktual terhadap apa yang kita alami dijaman dahulu kala. Alangkah lebih baik kita mempraktekannya kepada keturunan kita. Dengan kesimpulan bahwa orang tua seharusnya menjadi praktisi kehidupan bagi keturunannya.

  harimansite wrote @

Permainan anak2 jaman dulu memang mendidik anak untuk kreative, sedangkan mainan jaman sekarang seperti game komputer dll hanya bisa menciptakan anak2 yang hanya bisa berkhayal saja dan kurang bisa berbaur dengan lingkungan sekitar…. selain itu juga menjadikan orang lebih suka konsumtive tapi tidak produktive….

  ichsany wrote @

Ya benar sekali menurut bung Hariman, namun kalau saya boleh berdiri di tengah opini anda mungkin berkhayal itu menjadikannya anak-anak jaman sekarang menjadi pemikir yang ulung, berbeda dengan anak-anak jaman dahulu kala yang lebih kearah pekerja yang ulung. Memang waktu ke waktu bergulir sesuai adat istiadatnya yg juga berubah.

  abrosia wrote @

mengagumkan yahhhh
semoga ini bisa membetikan motivasi buat orang lain khususnya saya…

  ichsany wrote @

terima kasih, semoga motivasi itu menjadikannya lebih baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: