Graphics Designer

cogito ergo sum

Archive for Mainan Anak-Anak

Kertas Dansa (Pengenalan Teori Dasar Listrik Sederhana Pada Anak)

Sekilas Tentang Muatan Listrik.

Pernahkah anda merasa seperti tersengat ketika tangan anda menyentuh layar Televisi?
Atau anda melihat kilatan cahaya diudara pada saat mendung dan akan turun hujan?
Pernahkah anda mendengar batu “Ambar“?
Atau pohon “Damar” tentunya?

Semua pertanyaan-pertanyaan diatas akan menuntun anda pada sebuah kata yakni “listrik“. Listrik adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Inggris yakni “electric” dan asal kata tersebut merupakan dari bahasa Yunani yakni elektron yang mengandung makna yakni “Ambar“. Ambar adalah sebuah batu, sedangkan proses terjadinya adalah dimulai dari pohon Damar yang sudah sekian lama mengalami proses alam sehingga menjadi batu. Mengapa batu ambar dalam hal ini dikaitkan dengan listrik?

Konon kabarnya di jaman dahulu kala orang-orang Yunani Kuno secara tidak sengaja menggosokkan kedua batu ambar satu sama lainnya, lalu setelah digosokkan batu-batu tersebut saling menimbulkan gaya tarik menarik diantara keduanya. Dari kejadian itulah timbulnya pemikiran-pemikiran baru untuk mengambangkan fenomena yang terjadi pada batu ambar tersebut menjadi listrik.

Dapat dikatakan jika suatu benda menimbulkan gaya tarik-menarik atau tolak-menolak diantara keduanya, disebabkan oleh adanya muatan tertentu dalam benda tersebut yang bernilai sama atau berbeda. Sehingga jika nilainya sama akan menimbulkan gaya tolak-menolak dan jika nilainya berbeda akan menimbulkan gaya tarik-menarik. Hal ini bisa kita temui pada saat kita menyentuh layar Televisi yang sedang menyala sesungguhnya ia memiliki muatan positif (+) dan tangan kita atau tubuh kita yang bermuatan negatif (-) sehingga terjadilah sengatan listrik terasa pada tangan kita akibat gaya tarik-menarik yang terjadi antara kedua muatan yang berbeda.

Pengenalan Teori Dasar Listrik Pada Anak

Pernahkah anda bingung ketika anda ditanya oleh anak anda mengenai listrik? Atau sengatan-sengatan kecil ketika anak anda menyentuh peralatan elektronik dirumah anda dan mereka bertanya karena disebabkan apa?

Jikalau ya berarti anda sudah saatnya memperkenalkan teori dasar listrik terhadap anak kesayangan anda dengan sebuah percobaan yang akan memberikan sedikit surprise kepada mereka. Pertama-tama anda perlu menceritakan contoh-contoh sederhana kepada anak anda dari fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan terdekat terlebih dahulu seperti:
a. Petir
b. Magnet
c. Bola Lampu Pijar
d. dan lain-lain.

Atau…

Anda bisa juga memilih cara yang satu ini untuk lebih mendekatkan langsung kepada objek listrik tanpa harus khawatir membahayakan keselamatan mereka, karena ini sifatnya aman dan bisa dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana. Tentunya anda sendiri sudah mengetahui teori ini karena pengalaman belajar tempo dulu yang pernah anda alami sendiri.

Kertas Dansa

Mengapa disebut “Kertas Dansa” ini hanyalah sebuah kiasan agar anak anda lebih tertarik untuk menelusuri seluk-beluk didalamnya, atau katakanlah kata-kata pemikat untuk menarik perhatian buah hati anda. Anda bisa menggantikan sendiri istilah tersebut dengan kata-kata lain seperti “goyang dombret”, “goyang patah-patah”, “goyang bor” atau yang menurut anda mampu menarik perhatian sang anak.

Langkah pertama:
Ambilah sebuah penggaris plastik, jikalau bisa gunakan penggaris yang tipis dan elastis, kemudian ambilah secarik kertas bekas yang sangat tipis pula. Kertas bekas yang biasa digunakan untuk pembungkus kue (kertas minyak) lebih disarankan untuk digunakan dalam percobaan ini karena sifatnya peka terhadap muatan listrik begitu pula penggaris yang sangat elastis tersebut.
penggaris dan kertas

Langkah kedua:
Sobek-sobeklah kertas tipis tadi menjadi bagian yang sangat kecil, kurang lebih sebesar 1 cm x 1 cm. Cobalah untuk menyobeknya menjadi kedalam bentuk 0.5 cm x 0.5 cm, maksudnya agar efek yang terjadi nantinya lebih menarik dan atraktif.
potongan kertas

Langkah ketiga:
Ambilah penggaris tipis yang elastis tadi, dan mulailah menggosok kepada bagian lengan anda. Anda bisa menggosokkannya kepada rambut anda atau celana anda yang terbuat dari katun atau jeans (denim). Ingat ! janganlah anda menggosokkannya terlalu lama karena akan menimbulkan medan listrik yang besar dan kertas-kertas sobekkan tadi bisa menempel semua karena muatan listrik pada penggaris terlalu besar. Cobalah untuk menggosok 10 – 15 kali terlebih dahulu.
menggosokkan penggaris

Langkah keempat:
Kumpulkan sobekkan-sobekkan kertas tipis tadi pada sebuah meja secara acak, aturlah agar kertas-kertas tersebut tidak bertumpuk dengan potongan-potongan satu sama lainnya. Setelah itu dekatkan penggaris yang sudah anda gosokkan tadi diatas sobekkan kertas yang telah terkumpul. Cobalah untuk mendekatkan atau menjauhkan jarak penampang penggaris dengan bidang sobekkan kertas sehingga terjadi efek kertas-kertas yang akan saling berebutan menempel kepada bidang penggaris. buatlah agar sobekkan kertas tersebut tidak menempel semua kepada penggaris, sehingga mereka terkadang berdiri, melayang, menempel dan jatuh lagi.
efek kertas yang terjadi
Gerak-gerakkanlah penggaris yang sudah bermuatan listrik agar sobekkan-sobekkan kertas tersebut ber-“Dansa”. Jika muatan listrik pada penggaris sudah habis, gosokkanlah lagi kepada bidang lengan anda atau rambut atau lainnya dan lakukan lagi langkah keempat.

Tahukah anda dimana bidang benda yang bermuatan dan yang tidak memiliki muatan, dan tahukah anda gaya yang terjadi pada percobaan ini apakah gaya tarik-menarik ataukah gaya tolak-menolak?

Jika anda masih bingung dengan pertanyaan tadi, bacalah kembali dari atas ! Jikalau anda sudah mengerti jawabannya, tularkanlah kepada anak anda bagaimana sesungguhnya listrik itu terjadi dan gaya yang terjadi apabila terdapat muatan listrik yang berbeda. Yakinkan anak anda bahwa listrik bisa juga dijadikan sahabat baik mereka, dan berikan pemahaman kepadanya bahwa tidak semua listrik ramah bersentuhan langsung dengan tubuh manusia. Selanjutnya terserah anda yang lebih mengenal dengan sang buah hati dengan trik-trik khusus agar mereka paham dan merangsang pemahaman keilmuan yang lebih mendalam lagi.

Selamat mencoba dan bermain dengan sang buah hati !

Advertisements

Sayang Anak (Jeruk Bali)

Sekilas Jeruk Bali (citrus maxima)

Bentuk rupa yang besar dengan penampang kulit yang tebal berwarna kuning kehijauan serta isi dagingnya yang berwarna merah dan ada pula yang berwarna putih. Rasanya manis, asam terkadang ada juga yang pahit, kandungan airnya yang banyak, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Manfaat dari Jeruk Bali tersebut adalah mampu mencegah kanker, menurunkan risiko penyakit jantung, melancarkan saluran pencernaan, menjaga kesehatan kulit, menurunkan kolesterol dan mencegah anemia. Kulit Jeruk Bali yang tebal biasa dibuat orang-orang untuk manisan, rasanya enak sekali dan manis. Adakah manfaat-manfaat lainnya dari Jeruk Bali tersebut?

Mainan Anak-Anak

Mainan anak-anak saat ini jauh lebih baik dan murah dibandingkan dengan mainan anak-anak jaman dulu. Beragam mainan anak-anak yang pada umumnya terbuat dari plastik mendominasi sebesar kurang lebih 80% dari total mainan anak-anak yang ada sekarang ini. Jika dinilai dari harganya, plastik jauh lebih murah dan dapat menekan harga barang mainan. Disamping itu plastik jauh lebih elastis dan tidak mudah pecah atau retak, tergantung dari penampang dan desain plastik itu sendiri dijadikan sebuah mainan. Terpikirkah oleh anda jika plastik-plastik tersebut sudah tidak terpakai lagi? Berapa banyak sampah plastik yang akan dihasilkan dunia tiap harinya? Mampukah semua itu didaur ulang, atau mudahnya saja kebanyakan orang tinggal membuangnya tanpa berfikir dampak kedepannya.

Mainan Ramah Lingkungan

Coba anda ingat-ingat kembali kemasa kecil, pernahkah anda membuat mainan sendiri? Pernahkah anda membuatnya dari bahan tumbuh-tumbuhan yang ramah lingkungan? Saya akan coba kembali menumbuhkan ingatan anda dalam membuat mainan anak-anak dari bahan kulit Jeruk Bali. Disamping manfaat diatas, kulit Jeruk Bali dapat dibuat juga dibuat sebuah mainan anak-anak yang ramah lingkungan, disamping itu dapat menumbuhkan sifat bijak terhadap anak dalam mempergunakan barang-barang yang disediakan oleh Bumi ini. Saya akan menerangkan secara singkat bagaimana membuat mainan tersebut:

1. Belilah sebuah Jeruk Bali, lihat dan perhatikan penampang Jeruk Bali tersebut sebelum mengupasnya.
2. Buatlah tanda dengan ujung pisau sebagai arah irisan, buat dari atas hingga bawah dan jadikan 1/4 bagian dari buah tersebut.
011.jpg
3. Mulailah dengan mengiris secara perlahan (gunakan ujung pisau) atur sehingga ujung pisau hanya mengiris bagian kulitnya saja dan tidak mengiris hingga bagian dalam.
4. Bukalah irisan tersebut sehingga didapat 1/4 bagian kulit buah tersebut.
021.jpg
5. Selanjutnya belahlah 1/4 bagian tersebut dengan arah memanjang menjadi 2 bagian yang sama luasnya.
6. Salah satu bagian (kita sebut badan), potong salah satu ujungnya sehingga terlihat tumpul dan berilah lubang seperti terlihat pada gambar.
03.jpg
7. Lalu kemudian buatlah potongan bagian yang lainnya untuk membuat rodanya menjadi 2 buah, lalu berilah lubang namun jangan sampai tembus ke permukaan dibaliknya.
8. Pada bagian badan berilah lubang pada sisi ketebalannya hingga menembus sisi lainnya (seperti terlihat pada gambar), lalu berilah potongan sedotan plastik sepanjang kedalaman lubang tersebut.
04.jpg
9. Sekarang kita sudah memiliki bagian badan dan 2 buah roda, buatlah poros dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu (usahakan penampangnya sebulat mungkin) lalu potong sepanjang kedalaman poros ditambah 2 kali ketebalan kulit jeruk tersebut.
10. Saatnya mulai perakitan, rakitlah terlebih dahulu poros bambu masukkan kedalam lubang yang terdapat dibagian badan, baru tancapkan roda pada ujung poros kiri dan kanan bambu tersebut.
11. Berilah jarak antara roda dengan badan agar roda dapat berputar bebas.
05.jpg
12. Akhirnya kita sampai pada bagian akhir dari pembuatan mainan yang ramah lingkungan, ikatkanlah benang pada bagian badan pada ujung tumpulnya yang telah diberi lubang sebelumnya (agar lubang tidak cepat aus tergesek benang, berilah sedotan plastik pada lubang tersebut sehingga benang tidak langsung kontak dengan bagian badan tersebut).
13. Mobil-mobilan mini ini siap untuk diberikan kepada buah hati anda.
06.jpg

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  1. Hadirkan anak anda selama proses pembuatan mainan ini, karena yang terpenting dari mainan ini adalah proses pembuatannya sebagai bahan dasar pelajaran praktikum bagi sang anak.
  2. Jika anak anda banyak bertanya, berilah jawaban yang mudah dan masuk akal bagi sang anak.
  3. Hindari pisau dari sang anak, sebaiknya gunakan cutter sehingga apabila tidak dipergunakan bisa langsung diamankan kedlam saku anda dan tidak dijamah oleh sang anak.
  4. Ceritakanlah masa kecil anda (selama anda membuat mainan ini) kepada anak, agar mereka kelak bangga memiliki orang tua yang cerdik dan bijak.
  5. Ajak anak-anak tetangga atau teman anak anda jikalau bisa, maksudnya adalah untuk melatih sang anak bekerja dalam sebuah tim.
  6. Usahakan membuat modifikasi-modifikasi bentuk dari mainan ini, agar tradisi membuat mainan sendiri bagi sang anak berkembang dari masa ke masa. Contohnya anda bisa membuatnya menjadi 2 buah dan diberi tambatan sehingga bisa dikatakan seperti kereta atau truk gandeng, ceritakan maksud modifikasi tersebut kepada anak anda. Rangsanglah daya hayal mereka sehingga sang anak berani mengutarakan modifikasi yang ia inginkan, dan ini pertanda baik bagi anak anda.
  7. Luangkan waktu anda bersama anak anda dalam hal-hal yang bersifat merubah kebiasaan buruk pada anak anda, maksudnya adalah jadikan hal-hal seperti ini sebagai salah satu jadwal bermain sang anak (belajar sambil bermain).

Semua tergantung anda, proses mendidik anak dengan memperkenalkan tehnik sederhana merupakan awal rangsangan sang anak dalam menjamah tehnologi. Ini sifatnya tradisional namun dampaknya adalah sebuah proses mengenal tehnik manufaktur secara mini yang dapat diberikan kepada anak anda kelak didunia nyata.